Bentuk Apresiasinya Terhadap Klub

Seorang Gianluigi Buffon berhasil mencatatkan debutnya alias penampilan perdananya di Serie A Italia bersama Juventus pada musim sepakbola tahun dua ribu satu hingga dua ribu dua pada tanggal dua puluh enam bulan Agustus dimana kala itu penjaga gawang yang menjabat sebagai kapten tim nasional Italia dan Juventus ini menjaga mistarnya dari gol lawan serta membawa klub barunya itu memenangkan pertandingan melawan Venezia dengan skor akhir empat kosong di kandang dan ini merupakan pertandingan berita bola dunia pembukaan Serie A Italia musim tersebut.

Selanjutnya pada tanggal tiga bulan Juli tahun dua ribu satu, Gianluigi Buffon dijual ke klub saingan Parma yakni Juventus dengan nilai transfer yang hampir mencapai lima puluh dua juta Euro, atau sekitar tujuh ratus delapan puluh milyar dalam nilai Rupiah dimana biaya ini termasuk beberapa dana tambahan yang selanjutnya harus dibulatkan dan disetujui oleh kedua pihak saat itu. Ini adalah sebuah rekor transfer seorang penjaga gawang berita bola yang tertinggi sepanjang sejarah sepakbola bahkan hingga sekarang pun tidak ada yang mampu mengalahkan nilai seorang Gianluigi Buffon.


Terakhir, nama seorang Gianluigi Buffon juga masuk ke dalam daftar kandidat peraih penghargaan Ballon d’Or atau pemain sepakbola terbaik dunia tahun dua ribu tiga kala itu. Walaupun penjaga gawang yang merupakan kapten tim nasional Italia dan Juventus ini hanya menempati urutan kesembilan saja namun prestasi ini sangatlah membanggakan sebab sangat sulit bagi seorang penjaga gawang untuk bersaing dengan para penyerang dan gelandang. Kala itu, rekan setim BUffon di Juventus, Pavel Nedved yang mampu menggondol penghargaan yang amat bergengsi tersebut tim semenjana bundesliga jerman.

Juventus juga saat itu berhasil melakukan selebrasi alias perayaan karena tahun itu merupakan musim kedua secara berturut – turut dimana klub yang memiliki seragam hitam putih tersebut meraih scudetto alias gelar juara Serie A Italia dimana mereka mampu mengakhiri musim tersebut dengan memuncaki klasemen akhir dengan menyandang status tim dengan pertahanan terbaik lagi. Musim itu, Gianluigi Buffon bahkan hanya kebobolan dua puluh tiga buah gol dari totan tiga puluh dua penampilannya bersama Juventus di Serie A Italia tersebut, sebuah hasil yang amat positif.

Disini, media – media olahraga dan juga sepakbola langsung memberitakan mengenai kiprah seorang Gianluigi Buffon bersama Juventus yang dianggap kurang memuaskan. Akan tetapi walaupun Gianluigi Buffon mendapatkan kritikan yang pedas dari para media berita bola indonesia kala itu terutama ketika Juventus berhadapan melawan Chievo, pemain sepakbola yang lahir di Carrara, Tuscany, Italia tersebut diberikan penghargaan sebagai penjaga gawang terbaik di Serie A Italia untuk yang ketiga kalinya pada akhir musim sebagai sebuah bentuk apresiasinya terhadap klub sepanjang musim.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.