Disegani Di Serie A Italia

Pada akhirnya, Gianluigi Buffon bisa pulih dari cederanya stelah bertabrakan dengan Kaka dari AC Milan tepat waktu untuk membantu Juventus menjuarai Scudetto atau gelar Serie A Italia untuk yang kedua kalinya berturut – turut sekaligus merupakan gelar Scudetto yang telah dimenangi oleh Gianluigi Buffon yang keempat sepanjang karir sepakbolanya saat itu. Sama sekali tidak mudah untuk mencapai pencapaian berita bola yang seperti ini karena dibutuhkan kemampuan mengolah si kulit bundar di atas lapangan hijau individu yang mantap dan tim yang kuat dan tidak boleh ikut campur.

Tidak hanya sampai disitu saja, namun Gianluigi Buffon juga mampu masuk kembali ke dalam starting eleven alias salah satu dari sebelas pemain sepakbola yang turun bertanding sejak menit pertama pada bulan Januari tahun dua ribu enam pada sebuah pertandingan memperebutkan gelar Coppa Italia dimana saat itu Juventus harus bertemu dengan klub dengan seragam berwarna ungu, Fiorentina. Fiorentina ini sendiri dulunya merupakan salah satu tim berita bola dunia yang disegani di Serie Italia namun mereka kurang memiliki nilai jual sekarang karena ketinggalan dalam hal pendanaan.

Akan tetapi, Juventus sekali lagi harus angkat koper dari pergelaran liga Champions Eropa setelah dikalahkan oleh wakil kuat dari Inggris yang kemudian nantinya melanggeng menjadi runner-up atau peringkat kedua, Arsenal pada babak perempat final. Selain itu, Juventus juga tunduk di babak perempat final lagi karena kalah selisih gol tandang dari AS Roma, yang nantinya juga menjadi peringkat kedua pada pergelaran berita bola indonesia tersebut. Tidak mudah untuk mengalahkan kedua tim tersebut karena masing – masing dari mereka memiliki kekuatan yang sangat mumpuni dan inilah 3 pemain bintang yang ingin dibeli spaletti untuk inter.

Gianluigi Buffon kemudian mendapatkan penghargaan sebagai penjaga gawang terbaik didunia versi IFFHS alias organisasi yang bertugas untuk mengarsipkan dan mencatat sejarah segala sesuatu yang terjadi didunia pesepakbolaan untuk yang ketika kalinya sepanjang karirnya menghalau si kulit bundar pada tahun dua ribu enam kala itu. IFFHS sendiri sepertinya memfavoritkan seorang Gianluigi Buffon dibandingkan para penjaga gawang kelas dunia lainnya seperti Iker Casillas, Edwin van der Sar, maupun juga Dida namun keputusan ini juga bukan berarti tanpa dasar yang kuat.

Selanjutnya, Gianluigi Buffon juga mendapatkan penghargaan sebagai penjaga gawang terbaik dikancah pesepakbolaan Serie A Italia untuk yang keenam kalinya secara keseluruhan. Penjaga gawang yang telah berusia tiga puluh sembilan tahun ini juga mampu mendapatkan peringkat kedua alias runner-up pada perebutan Ballon d’Or alias penghargaan yang diberikan kepada seorang pemain sepakbola terbaik pada tahunnya dimana ia berada di belakang Fabio Cannavaro yang memenangkan gelar itu. Fabio Cannavaro juga merupakan kompatriot Gianluigi Buffon di tim nasional Italia dan Juventus.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.