Mereka Harus Rela Absen

Patrice Evra sendiri mampu berbicara dengan lima bahasa yang berbeda – beda, yakni Perancis yang merupakan bahasa aslinya, lalu Inggris, Italia, Spanyol, dan Portugis. Mungkin keahliannya dalam berbahasa seperti ini disebabkan oleh masa kecilnya yang sering berpindah – pindah dari satu negara ke negara lain lantaran pekerjaan ayahnya sebagai diplomat Senegal yang memaksa dirinya harus beradaptasi dengan lingkungan baru lagi. Walaupun hal tersebut terkesan seperti sebuah efek samping yang negatif, namun ternyata ada juga sisi positif berita bola yang bisa diambil dari sini dan dapat menjadi bekal apabila Patrice Evra berkeinginan untuk melanglangbuana berpindah ke negara lain entah untuk bermain bola ataupun tinggal serta berlibur. Banyak dari pesepakbola yang tidak mengerti bahasa dimana mereka bermain, seperti Sergio Aguero bomber manchester city asal argentina sampai sekarang belum lancar berbahasa inggris.

Selain itu, Patrice Evra juga sempat berusaha untuk belajar bahasa Korea, dimana kala itu ia melakukan hal ini dengan tujuan agar bisa berkomunikasi dan berbicara lebih baik lagi dengan Park Ji-sung, seorang pemain sepakbola asal Korea Selatan yang sempat menjadi rekan setimnya berita bola dunia ketika masih mengenakan seragam manchester united dibawah asuha sir alex ferguson dulu. Park Ji-sung sendiri tidak terlalu lama bertahan diklub yang bermarkas di old trafford tersebut lantaran ia tidak kunjung menunjukkan performa yang konsisten sehingga tim kepelatihan mendepaknya dari theatre of dreams. Namun pemain yang juga pernah ditunjuk sebagai kapten tim nasional negaranya tersebut sempat menggetarkan panggung sepakbola inggris dan dunia lewat prestasinya sebagai orang asal negeri ginseng pertama yang mampu membela klub besar itu, dan diharapkan pemain asal indonesia bisa mengikuti prestasi seperti ini sejumlah besar raihan trofi.

Terakhir mengenai kehidupan pribadi seorang Patrice Evra, pemain sepakbola yang berposisi sebagai bek sayap kiri ini juga sempat ikut serta dan berpartisipasi dalam sebuah program yang bernama “tantangan menembak untuk cinta” yang bertujuan untuk menggalang dana guna membantu anak – anak yang menderita kanker, dimana program berita bola indonesia tersebut diadakan oleh yayasan yang dimiliki oleh Guus Hiddink, seorang pelatih bertangan dingin berdarah Belanda. Berbicara mengenai pelatih asal Belanda, Louis van Gaal yang merupakan seorang meneer juga pernah membesut manchester united untuk satu musim setengah namun ia langsung ditendang keluar lantaran tidak kunjung memberikan performa yang menawan bagi klub yang bermarkas di old trafford itu, bahkan mereka harus rela absen dikancah liga champions eropa untuk pertama kalinya dalam sekian tahun terakhir akibat metode kepelatihannya yang dinilai kurang efektif.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.